Dibawah langit malam yang pekat
Mereka menahan sakit dari angin yang menusuk kulit
Tak mau kalah, kala itu hujan deras turut menyamarakan seolah ingin membuat mereka di ujung maut
Tubuh mereka menggigil hebat
Melawan badai yang menggeliat dari atas bukit
Hening tiada pembicaraan
Mereka hanya diam bersama deruan angin
Hingga tiba di bilik kopi yang nyaman
Salah satu berkata "aku kira, malam ini kita akan dimakamkan, tenyata tuhan masih memberi kesempatan"
Komentar
Posting Komentar