Angin meniup helai helai rambutnya pelan
Dibalut warna merah langit senja yang tenggelam secara perlahan
Di dermaga yang sudah tidak bertuan
Ia duduk memeluk sebuah kenangan
Disentuhnya air tenang yang pernah menjerit karena lara
Ada bisikan luka yang terkubur didalamnya
Di dermaga yang menjadi saksi kisah lama
Ia merelakan yang bukan takdirnya
Angin masih membelai dirinya
Tidak ada air mata tidak pula kesedihan yang harus ia jamu
Hanya tatapan kosong yang terus terpaku dengan matahari yang mulai menghilang
Rasa sakit itu kembali merasuki hati yang mulai terbiasa
Di Dermaga
Ia bercerita tentang kisahnya sebagai seorang manusia
Diminta menjadi sempurna padahal dia hanya orang biasa
Kepada langit ia sampaikan
Lukanya masih jelas menganga
Angin membujuknya pulang untuk sementara
Hatinya seperti disayat sayat tanpa belas kasih
Melihat ia yang tk berdaya
Sendirian di dermaga yang setia
Hingga malam membawa kabar duka
Komentar
Posting Komentar