Nirwananya tak lagi tentram seperti sedia
Bak air yang terus jatuh ke dataran rendah yang tidak berujung kemana
Ia menyelami setiap lautan kebahagian dan kesedihan seperti sedia kala
Sekarang, ia mencari tentramnya sendiri
Bersama pena dan kertas yang tidak akan pernah mati
Disandangnya terus bersama senja yang setia menemai
Dengan mimpinya yang tak akan pernah pergi
Dimana Nirwananya yang ia inginkan
Ia terus mencari dengan lamanya waktu yang tidak pernah diinginkan
Si kaki kecil yang rentan
Senantian menopang tubuh dengan hati yang kesepian
Komentar
Posting Komentar