Langsung ke konten utama

Dibawah Langit

langit menangis sendirian
sedangankan angin terus menari kegirangan
mengelus beberapa helai dedaunan
hingga hanyut dalam kubangan

alunan hujan membuai telinga secara perlahan
suaranya lirih begitu menyakitkan
siapa gerangan
hingga mematahkan hati dia yang tak bertuan

angin masih belum berhenti menari
ternyata ia sedang menahan pedih
kenapa kau bersedih
sedangkan sebentar lagi akan datang si pelangi

air masih saja jatuh ke bumi
apa yang di tangisi
disaat bumi merasa baik baik saja disini
kau terlarlalu menghayati
biarkanlah awan mendungmu pergi

Angin masih sibuk menari
Ia yang tenggelam sendiri
Dibawah sendunya langit di sore hari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pupus

Apa yang dicari dari anganmu yang tak berujung Egomu terus mencuak tak ingin berhenti memahami keadaan  Meraung akal mu menjelaskan kemana seharusnya kau menapakkan kaki itu Dan kau, masih teguh dengan pendirianmu layaknya sebua batu Kau ceritakan bagaimana harapanmu yang pupus kepada mereka yang tidak mengerti dan  tidak ingin mengerti Mencari validasi konyol dari kesalahanmu sendiri Kau katakan dengan lantang, bahwa kau sama sekali tidak bersalah Karena itulah dirimu sebenarnya Tidak ingin memahami dan mengenali keadaan Pupus harapan sudah katamu Tapi kau sedang menari dibawah cahaya hingar bingar kebahagian mu yang baru Bahkan lebih terang dari sebelumnya Apa sebenarnya yang sedang kau lakukan saat ini?

Luka

Kakinya sudah melalang buana tapi lukanya tidak pernah hilang siapa yang tega membawa bahagianya dari dia yang malang Ia meringis kesakitan disana membekas rasa sakit bersama kenangan Matanya menatap nanar iba rasanya ketika melihat dia tepuruk dengan tubuh yang gemetar meraung kesakitan mengais rasa iba yang tidak akan pernah dia dapatkan

Rumah Ternyaman

Aku ingin mencintaimu lebih lama Lebih dari sekedar kalimat selamanya Menari bersama diatas tawa Menyimpul benang luka menjadi bahagia Kita dua insan yang berbeda Berharap kau akan menepi dan berlabuh lama Tanpa syarata menggengam dan bercengkrama Dirumah ternyaman kita berdua