langit menangis sendirian
sedangankan angin terus menari kegirangan
mengelus beberapa helai dedaunan
hingga hanyut dalam kubangan
alunan hujan membuai telinga secara perlahan
suaranya lirih begitu menyakitkan
siapa gerangan
hingga mematahkan hati dia yang tak bertuan
angin masih belum berhenti menari
ternyata ia sedang menahan pedih
kenapa kau bersedih
sedangkan sebentar lagi akan datang si pelangi
air masih saja jatuh ke bumi
apa yang di tangisi
disaat bumi merasa baik baik saja disini
kau terlarlalu menghayati
biarkanlah awan mendungmu pergi
Angin masih sibuk menari
Ia yang tenggelam sendiri
Dibawah sendunya langit di sore hari
Komentar
Posting Komentar