Langsung ke konten utama

Apa?

Kita ini sebenarnya apa
Bersikap seperti sepasang kekasih yang nyata
Disaat kita hanya sebatas teman semata

Bagaimana bisa aku mengamini
Sedangkan hubungan yang kita jalani
Seperti debu yang tak berarti
Dalam sekejap hilang diterpa badai

Aku kira kita bisa lebih dari seutas tali
Nyatanya aku gagal menghinggapi si hati
Apalagi menjadi premaisuri
Aku tak pernah diinginkan oleh diri

Kita ini sebenarnya apa
Kenapa hanya aku yang terjerat cinta
Sedangkan kau seperti biasa saja
Terlalu sederhana rasanya
Kita yang sudah bergelut selama bersama
Kau anggap hanya sebatas teman belaka
Padahal kau sendiri yang menyuguhkan aku sebuah rasa
Bersama coklat hangat setiap berjumpa

Aku kira akulah pemeran utama dan kau sedang berbunga
Nyatanya aku hanya sebatas piguran disebuah cerita yang sudah dihisap serangga
Kita ini seberanya apa?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pupus

Apa yang dicari dari anganmu yang tak berujung Egomu terus mencuak tak ingin berhenti memahami keadaan  Meraung akal mu menjelaskan kemana seharusnya kau menapakkan kaki itu Dan kau, masih teguh dengan pendirianmu layaknya sebua batu Kau ceritakan bagaimana harapanmu yang pupus kepada mereka yang tidak mengerti dan  tidak ingin mengerti Mencari validasi konyol dari kesalahanmu sendiri Kau katakan dengan lantang, bahwa kau sama sekali tidak bersalah Karena itulah dirimu sebenarnya Tidak ingin memahami dan mengenali keadaan Pupus harapan sudah katamu Tapi kau sedang menari dibawah cahaya hingar bingar kebahagian mu yang baru Bahkan lebih terang dari sebelumnya Apa sebenarnya yang sedang kau lakukan saat ini?

Luka

Kakinya sudah melalang buana tapi lukanya tidak pernah hilang siapa yang tega membawa bahagianya dari dia yang malang Ia meringis kesakitan disana membekas rasa sakit bersama kenangan Matanya menatap nanar iba rasanya ketika melihat dia tepuruk dengan tubuh yang gemetar meraung kesakitan mengais rasa iba yang tidak akan pernah dia dapatkan

Rumah Ternyaman

Aku ingin mencintaimu lebih lama Lebih dari sekedar kalimat selamanya Menari bersama diatas tawa Menyimpul benang luka menjadi bahagia Kita dua insan yang berbeda Berharap kau akan menepi dan berlabuh lama Tanpa syarata menggengam dan bercengkrama Dirumah ternyaman kita berdua