Langsung ke konten utama

Tuan dan Puan

Tuan dan Puan mungkin beranggapan
tidak pantas baginya memimpikan bintang yang bersanding dengan bulan di langit sana
tak layak baginya menengadah ke atas
karena letaknya yang jauh dibawah
apa yang tuan pikirkan sehingga berani melakukan hal yang diluar kemampuan
tuan tuan terlalu gagah dengan pemikirann
sedangkan ia terlalu berani dengn hatinya

sadarkah tuan..
langit dan bumi tidak pernah mematok sebuah harga 
malam dan siang tidak pernah membatasi waktu
tuan dan puan
tak mudah memang menghormati satu sama yang lain
tak mudah pula mempercayai satu dengan yang lain
tapi.. bisakah kita saling menghargai dengan perbedaan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pupus

Apa yang dicari dari anganmu yang tak berujung Egomu terus mencuak tak ingin berhenti memahami keadaan  Meraung akal mu menjelaskan kemana seharusnya kau menapakkan kaki itu Dan kau, masih teguh dengan pendirianmu layaknya sebua batu Kau ceritakan bagaimana harapanmu yang pupus kepada mereka yang tidak mengerti dan  tidak ingin mengerti Mencari validasi konyol dari kesalahanmu sendiri Kau katakan dengan lantang, bahwa kau sama sekali tidak bersalah Karena itulah dirimu sebenarnya Tidak ingin memahami dan mengenali keadaan Pupus harapan sudah katamu Tapi kau sedang menari dibawah cahaya hingar bingar kebahagian mu yang baru Bahkan lebih terang dari sebelumnya Apa sebenarnya yang sedang kau lakukan saat ini?

Luka

Kakinya sudah melalang buana tapi lukanya tidak pernah hilang siapa yang tega membawa bahagianya dari dia yang malang Ia meringis kesakitan disana membekas rasa sakit bersama kenangan Matanya menatap nanar iba rasanya ketika melihat dia tepuruk dengan tubuh yang gemetar meraung kesakitan mengais rasa iba yang tidak akan pernah dia dapatkan

Rumah Ternyaman

Aku ingin mencintaimu lebih lama Lebih dari sekedar kalimat selamanya Menari bersama diatas tawa Menyimpul benang luka menjadi bahagia Kita dua insan yang berbeda Berharap kau akan menepi dan berlabuh lama Tanpa syarata menggengam dan bercengkrama Dirumah ternyaman kita berdua